A piece of my mind

Ayna

Ariana Lionardi atau biasa dipanggil dengan nama Ayna, adalah seorang teman yang aku kenal di
UNPAR
. Waktu itu aku sedang magang sebagai Panitia PMB UNPAR bagian Seksi 3. Tugas Seksi 3 dalam PMB adalah untuk mengatur agar PMB berjalan dengan lancar. Yaitu dengan mengecek ruangan ujian, memasang spanduk PMB, menyusun jadwal pengawas dan pengalokasian pengawas dan juga membagikan honorarium untuk para pengawas. Tugas aku sendiri waktu itu adalah membuat laporan-laporan dan memilih, menyusun jadwal dan pengalokasian pengawas ujian PMB.
Mekanisme pemilihan pengawas ujian PMB saat itu “seharusnya” di lihat dari prestasi mahasiswa, baik akademik maupun non-akademik. Tapi pada saat itu saya agak bandel, Kriteria pertama saya bukanlah prestasi mahasiswa, tapi gosip-gosip dan kabar burung dari teman-teman mahasiswa ataupun dosen-dosen untuk mencari mahasiswa yang sedang membutuhkan uang. Kenapa begitu? Karena honorarium menjadi pengawas, terutama yang jadi pengawas dari pagi sampai sore tidaklah sedikit. Maka saya dengan egois-nya menentukan kriteria saya sendiri. Setelah mahasiswa yang membutuhkan uang sudah dipisahkan formulirnya, lalu saya mulai melihat prestasi-prestasi mahasiswa yang belum terpilih menjadi pengawas. Ketika sedang membaca dan memilah-milah formulir pendaftaran untuk menjadi pengawas ujian PMB, saya agak tercengang denga sebuah form. Di form itu tertulis nama Ariana Lionardi, dan IPK dia adalah 4.00. Dalam hati saya berpikir, “gila nih cewe, kerjaannya belajar mulu kali yah”. Saya lanjutkan membaca formulir tersebut, ternyata dia juga aktif dalam beberapa kegiatan organisasi di Himpunan Mahasiswa Akuntansi UNPAR. Ya, Ayna adalah seorang alumnus jurusan Akuntasi UNPAR angkatan 99 yang lulus dengan IPK 4.00. Ok, dengan rasa penasaran (belum pernah punya temen yang IPK-nya 4.00 :p), saya memasukkan dia sebagai pengawas cadangan. Pengawas cadangan bukan berarti tidak ada kerjaan, justru kadang-kadang mempunyai tugas yang lebih berat daripada pengawas biasa, karena pengawas cadangan bisa menggantikan pengawas biasa, ketua ruang, bahkan ketua lokasi yang berhalangan hadir pada hari-H. Jika tidak sedang menggantikan pengawas yang lain, maka ia bertugas untuk membantu ketua lokasi untuk menjaga agar PMB berjalan dengan lancar. Tetapi dengan rasa penasaran yang ada, saya tempatkan Ayna di pengawas cadangan sekretariat, yang bertugas membantu Seksi 3 di hari-H dari awal sampai akhir acara PMB.
Akhirnya tiba pas hari-H, suprisingly, dia membawa textbook pelajaran untuk dibaca di waktu senggang hahahaha… Tetapi kinerja dia patut diacungi jempol. Orangnya cukup cekatan dan cukup teliti.Pada PMB berikutnya (1 tahun kemudian), saya memilih dia lagi untuk menjadi salah satu pengawas cadangan. Karena pada saat itu dia sudah menyelesaikan skripsinya, yang dibawa kali ini bukan textbook, tapi sebuah tabloid infotainment hahahaha…
Setelah itu, kadang-kadang aku masih suka mengontak dia. Dia sempat kerja di ABN-AMRO di Jakarta, dan sekarang dia sedang mengambil gelar Master of Financial Management di University of Melbourne.

Tulisan ini didedikasikan untuk Ayna sebagai kado ulang tahunnya yang ke-25 (Sorry ya cuma bisa ngasih kado tulisan untuk saat ini :p). Happy Birthday Ayna! I wish you all the best in life, good luck with your study and may our friendship last forever.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Friends

Already a member?
Login
Login using Facebook:
Last visitors

Categories

Ubuntu Linux