A piece of my mind

Posts in category Opinion

FreSh Part 5

Yesterday I went to FreSh (Freedom of Sharing) Part 5 event in Wetiga / dagdigdug.com‘s office.

From five presentations, I only interested in three of them. The one from Norman Sasono (Microsoft Indonesia), Boy Avianto and Anggun Himawan

Norman Sasono said that although the web is offering more services to the users, Microsoft still don’t believe in software as services. Users not only need a browser to access a services on the internet, but they also need a sofware installed in their computers. So, Microsoft solution is Software plus Services. The simple example of Software + Services is iTunes. You installed it in your computer, use it to play some music or movies. But when you need to buy some music, the iTunes will connect to iTunes store on the internet. He also present some demonstration of software using WPF, Silverlight and Azure, the next Microsoft platform for Software plus Services.

Boy Avianto shares his dream in life. Although he have failures to reach his dream, he didn’t give up and always do his best to make his dream come true. And starting January 2009, his dream to work abroad is coming true. He will be working in a research foundation in New York, USA. Congratulations bro! Keep in touch, ok? And for all of you (including me) who hasn’t have a dream come true, don’t stop dreaming and don’t stop trying to reach your dreams. Unless you don’t have anymore dreams to reach :D

Anggun Himawan give a message to us that people should always patience to reach “My Life Wis Pol” (My Life is Full). Don’t give up, learn from mistakes, patience, keep trying and pray to God will help people to reach their dreams.

SMS dari Dep. KOMINFO

Waktu dulu sempat di bahas di blognya mas Priyadi tentang SMS Masal dari Presiden, hari ini gw dapet SMS dari Departemen KOMINFO (Komunikasi dan Informatika). Isi SMS nya begini:

DEP. KOMINFO
BBM terpaksa dinaikkan, agar subsidi dapat dialihkan dari orang kaya kepada rakyat miskin. Bantu awasi SUBSIDI TUNAI kepada rakyat miskin. Terima kasih.

Terlepas dari isi SMS tersebut dan menghubungkan dengan posting Priyadi diatas, apakah hal ini dibenarkan (Spamming SMS)? Apakah tidak lebih baik untuk memberitahukan melalui media lain seperti televisi, radio atau media cetak?

Gw kirain SMS dari temen gw, eh taunya cuma SMS dari Dep. KOMINFO :P

Demo kenaikan BBM

Setelah melihat berita di TV tentang demo mahasiswa akan kenaikan BBM dan setelah membaca postingan bu dosen Alia tentang demo bbm ala mahasiswa, gw jadi pengen ikut menuangkan rasa kekecewaan gw.

Gw setuju dengan postingan bu dosen Alia tersebut. Memangnya dengan demo atas kenaikan BBM yang mengatas namakan kesejahteraan rakyat kecil bisa merubah kesejahteraan rakyat kecil? Apakah dengan tidak dinaikkannya harga BBM, rakyat kecil bisa menjadi sejahtera? Coba baca postingan dari Mas Priyadi yang mendukung kenaikan harga BBM.
Apakah para mahasiswa tidak tahu bahwa kenaikan harga BBM ini adalah dampak dari kenaikan harga minyak dunia? Yang jelas-jelas hal ini tidak hanya mempengaruhi negara Indonesia saja, tapi juga negara-negara lain.

Anak muda sekarang pergaulannya mewah-mewah. Ngga bisa diajak makan yang murah-murah, maunya makan di mall-mall yang harganya ngga murah. Pakai baju harus yang bermerek mahal. Jalan-jalan keluar negeri kayak pergi jalan-jalan dari jakarta ke bandung. Jakarta-Bandung aja udah bisa bikin kantong gw menipis hanya untuk ongkos. Setuju gw kalo fiskal digedein, asal ngga di korup. Dengan catatan, fiskal ditiadakan hanyak untuk orang-orang yang berstatus ‘pelajar’, karena mereka pergi ke luar negeri untuk menuntut ilmu, walaupun mungkin di luar negeri juga berhura-hura. Au ah elap. Kecewa gw ngeliat mahasiswa yang demo tanpa berpikir panjang, tanpa mencari-cari data asal muasalnya. Di otak mereka mungkin algoritma nya begini

if (bbm_naik) then
{ demo; }

huehueuhe…. Pake acara bakar2 ban segala. Mending daripada demo, lebih baik rembukan gimana caranya mengatasi masalah-masalah yang ada di negeri sendiri. Mungkin dengan cara meningkatkan kemampuan diri sendiri, agar nanti ilmunya bisa dipakai untuk memajukan bangsa. Dan dengan menyisihkan uang hura-hura mereka untuk membantu rakyat kecil. Gw setuju juga tuh kalo SMS di pajak lagi. Semuanya dengan catatan, duit yang disisihkan untuk membantu rakyat kecil benar-benar sampai ke tujuan. Kalo di korup, ya terkutuklah orang yang korup tersebut!

Tangerang

Orang-orang di Friendster

Sekarang kalo kenalan sama orang di internet atau mungkin di real life, pasti ada sebuah pertanyaan tambahan yaitu “Loe ada friendster ngga?” Memang bodoh kedengarannya, tapi mau gimana lagi. Kalo jawab ngga punya, ntar dijawab “ah ga gaul loe” atau “hareee genee ngga punya friendster???” hahahahahaha….

Friendster sepertinya sudah menjadi salah satu identitas kita di dunia maya. Data-data tentang diri kita ada disana, ada yang bener ada yang asal-asalan. Tapi banyak orang percaya dengan data-data yang ada di Friendster tersebut. Buat gw pribadi, kalo temen-temen gw, gw rata-rata udah tau sedikit gimana orangnya, jadi bisa menilai apa yang dia tulis itu benar atau ngga.

Well, friendster is a good thing. Gw nemu beberapa temen lama yang udah lama banget ngga ada kontak dari friendster.
Tapi kadang-kadang gw suka bingung, kok banyak orang-orang itu punya account di friendster lebih dari 1. Apakah semua teman-teman yang terdaftar di friendsternya itu memang temannya dia? Kalau iya, it’s ok. Kalau bukan, gw ngga ngerti apa maksudnya. Buat nambah temen? Biar terkenal? Ada orang yang punya account sampe 7 atau 8 biji, gila. Gw aja yg ngurusin friendster nya SMAN 2 Bandung yang sekarang udah 3 account aja udah capek hahaha…

So, ada komentar dari para friendster mania? Btw, account gw juga hampir penuh nih, perlu account kedua ngga yah? LOL

Tulisan ini di dedikasikan untuk Teh Tina yang minta blog ini di update dan Bu Dosen Alia yang minta tulisan ringan (cukup ringan ngga Bu?)

Wawasan Sarjana Ilmu Komputer

Apa yang anda harapkan dari seorang yang mempunyai gelar Sarjana Komputer? Pasti anda akan berpikir bahwa orang tersebut bisa programming dan mempunyai wawasan yang cukup luas mengenai dunia komputer/IT.

Nah, yang mau ditekankan di tulisan ini adalah di wawasan yang cukup untuk dimiliki seorang Sarjana Komputer. Menurut anda, sejauh mana wawasan tentang dunia komputer/IT yang harus dimiliki seorang Sarjana Komputer?

Saya sendiri masih berstatus mahasiswa jurusan ilmu komputer. Tapi saya sering mendapat pertanyaan dari beberapa orang Sarjana Komputer, dan saya pikir pertanyaan itu tidak seharusnya dilontarkan oleh seorang Sarjana Komputer. Pertanyaan-pertanyaan yang sering saya dapatkan antara lain, “Ndi, Linux itu apaan sih?” atau “Ndi, gimana sih cara nginstall Windows?”

Terus terang, terkadang saya agak shock mendengar pertanyaan-pertanyaan seperti itu dilontarkan oleh orang-orang yang mempunyai gelar Sarjana Komputer. Saya tidak tahu apakah hal itu wajar-wajar saja atau tidak. Tapi menurut saya hal tersebut tidak wajar. Dimanakah letak kesalahannya? Saya yang terlalu sombong karena mengetahui hal-hal yang ditanyakan tersebut? Kesalahan cara pengajaran di universitas?
Mohon komentar rekan-rekan sekalian.

Tapi saya harus maklum karena Sarjana Komputer juga manusia… :p
Saya pun mengakui kalau saya tuh ngga pinter-pinter banget dan wawasan saya ngga luas-luas banget dibandingkan dengan orang-orang IT seperti Henry, Priyadi, dan orang-orang pintar lainnya. Kalau pinter sih udah lulus dari kapan-kapan hahaha…

Saturday…

Saturday night, I went with Yogi, Buan, Rissa and Mario. We went to BFC Bar in Jl. Jaksa. We stay there until 1 AM. After that we go to Vertigo & X Lounge in Plaza Semanggi. The cover charge is Rp. 70.000,- Luckily my friend was paying it for me :p
First, we saw the X Lounge, they playing R&B songs. Then they all want to go upstairs to Vertigo. In Vertigo they playing music that I don’t understand hahaha….
In there I was thinking, what’s wrong with all these people? Why the willing to waste a lot of money on alcoholic drinks? And I was thinking if government make a place like this, they could get a lot of money, and they can pay the debt to other countries. But that was just a thought that would never be come true. It’s impossible that government would open a place like that.
After a while, we go downstairs again to X Lounge. In X Lounge I manage my self to get a sit. It’s a very comfortable place with all the people dancing and drinking. I really like to observe those people and wondering what were they thinking hahaha…. Guess I’m not a ‘dugem’ type of person.

After that we went to eat ‘bubur ayam’ in tebet and we went home.

This are the situation in vertigo, taken with Yogi’s handphone (I know it’s too dark :p)
Image hosted by Photobucket.com
Image hosted by Photobucket.com

When will I have a time not to think seriously and just enjoying my leisure time?

Sinetron & Reality Show Strikes Back

Suka nonton sinetron akhir-akhir ini ngga?
Hmmm gue sih ngga pernah diniatin nonton sinetron, kecuali sitkom lah seperti Bajaj Bajuri yang kocak abis hehehe…
Mungkin yang gue tulis ini udah topik basi, tapi akhir-akhir ini jadi sering kepikiran, kok acara TV di Indonesia kok seperti ini sih?? Dimana-mana sinetron, dimana-mana reality show. Mending kalo sinetronnya bagus, yang sering gue liat sinetron isinya tentang selingkuh, keluarga berantakan, keluarga-keluarga borju…
Ada satu sinetron baru di Trans TV yang judulnya “Ada Cinta di Lantai 9″, waktu itu sempet nonton episode perdananya. Dan gue shock berat. Anak SMA tinggal di apartemen tanpa orang tua, hanya bersama teman2nya dan gaya hidup mereka yang kelas atas. Sinetron-sinetron seperti ini kan dilihat oleh banyak orang, bagaimana ABG-ABG yang menonton sinetron ini mungkin ingin hidup mereka seperti di dalam sinetron dan mungkin mereka akan melakukan apa saja untuk menjadi seperti di dalam sinetron. Dan yang jadi susah adalah orang tua mereka. Pernah liat acara Fenomena di Trans TV juga yang membahas tentang PSK-PSK di bawah umur? Alasan mereka melakukan itu adalah untuk uang yang akan mereka dapatkan untuk melayani nafsu seksual orang-orang berduit.

Sekarang tentang reality show di TV Indonesia yang mulai ngga jelas tujuannya. Reality Show seperti AFI, KDI dan Indonesian Models mungkin masih bisa ditoleransi karena bisa menimbulkan orang-orang baru yang berbakat. Acara reality show tentang dunia gaib beberapa masih ditoleransi, tapi acara Gentayangan di TPI yang melakukan pantangan di suatu daerah yang dianggap gaib itu berarti mengganggu alam gaib, menurut gue, ngapain sih ngeganggu para mahluk gaib? Toh mereka ngga akan ganggu manusia jika ngga diganggu oleh manusia.
Gue pernah shock juga liat acara Ajang Ajeng di MTV Indonesia. Gue ngga tau tujuan acara itu apa, soalnya cuma nonton sepintas, tapi seperti AFI atau Indonesian Models, mereka di karantina di sebuah rumah. Yang bikin gue shock, waktu itu ada peserta yang di wawancara cuma pake handuk doank!! Ya walaupun gue sebagai pria, ngga munafik kalau suka melihat yang seperti itu (hehehehe) tapi tetep aja gue shock!! Indonesia ngga boleh ikutan Miss Universe, tapi ada acara seperti itu??

Selama bangsa kita belum bisa memilah-milah mana yang baik atau tidak baik untuk diserap, sebaiknya tolong dipikirkan lagi acara-acara TV Indonesia yang jelas-jelas ditonton oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Friends

Already a member?
Login
Login using Facebook:
Last visitors

Categories

Ubuntu Linux